Toad Jumping Up and Down

Pages

Jumat, 12 April 2013

Makalah Manajemen Pemasaran

          


           PEMASARAN  JASA




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Identifikasi Pasar dalam lingkup mikro
            Tujuan utama setiap perusahaan adalah melayani dan memuaskan seperangkat kebutuhan khusus dari sebuah pasar sasaran yang terpilih dan menguntungkan perusahaan itu sendiri. Untuk melaksanakan tugas ini, perusahaan menghubungi sejumlah pemasok bahan mentah dan perantara pasar untuk menjangkau para pelanggan sasarannya. Mata rantai pemasok, perusahaan, pemasaran/perantara, para pelanggan itu merupakan inti system pemasaran suatu perusahaan. Keberhasilan perusahaan akan dipengaruhi oleh dua kelompok tambahan yaitu : sejumlah pesaing dan kelompok masyarakat. Manajemen perusahaan harus mengamati dan merencanakan segala sesuatu yang berkenaan dengan para pelaku itu.
1.      Perusahaan
Kelompok yang saling berhubungan ini membentuk lingkungan internal. Manajemen tingkat atas menetapkan  misi perusahaan, tujuan, strategi secara luas dan kebijakan-kebijakan perusahaan. Kemudian manajer pemasaran membuat kebijakan berdasarkan rencana yang dibuat oleh manajemen tingkat atas, dan harus diketahui terlebih dahulu sebelum di implementasikan. Bagian keuangan menjalankan rencana pemasaran bagian riset dan pengembangan berfokus untuk merancang produk yang aman dan menarik. Bagian pembelian berfikir tentang cara mendapatkan pasokan dan bahan mentah, sementara bagian pabrik akan bertanggung jawab dalam menghasilkan mutu dan kualitas produk yang diharapkan, dan bagian akuntasi harus memastikan pendapatan dan biaya agar dapat mengetahui persentase kenaikan penjualan bagian pemasaran. Seluruh bagian ini memiliki pengaruh pada rencana dan tindakan manajemen pemasaran.
2.      Pemasok
Pemasok adalah suatu penghubung penting dalam keseluruhan sistem pemberian nilai kepada pelanggan. Mereka memberikan sumberdaya yang dibutuhkan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa-nya. Perkembangan pemasok dapat mempengaruhi pemasaran secara serius. Manajer pemasaran harus mengamati keadaan pasokan, kekurangan pasokan, dan kejadian lain yang dapat menambah biaya penjualan dalam jangka pendek dan mengancam kepuasan pelanggan dalam jangka panjang. Selain itu, manajer pemasaran juga memonitor tren harga dari input-input utama mereka.
3.      Pelanggan
Ada lima jenis tipe pasar pelanggan :
1.      Pasar konsumen, yang membeli barang untuk dikonsumsi sendiri.
2.      Pasar bisnis, yang membeli barang atau jasa untuk di proses lebih lanjut atau digunakan pada proses produksi  mereka.
3.      Pasar seller, yang membeli barang dan jasa untuk dijual kembali dengan tingkat laba tertentu.
4.      Pasar pemerintah, yang mambeli barang dan jasa untuk melakukan pelayanan masyarakat atau memberikannya pada orang-orang yang membutuhkan yang dilakukan oleh agen-agen pemerintah.
5.      Pasar internasional, yang terdiri dari pembeli-pembeli dari negara lain, seperti konsumen, prdusen, reseller,dll.
4.      Pesaing
Daerah yang bersaing menunjukkan para pesaing yang sebenarnya dan potensial. Persaingan biasanya terdiri dari para pesaing langsung. Saat ini batasan pesaing menjadi lebih luas, tidak hanya perusahaan lain yang menghasilkan produk sejenis, bahkan produk lain yang sangat berbeda tetapi memperebutkan suatu anggaran yang terbatas. Penting bagi pemasar untuk senantiasa melakukan analisis pesaing bagi keberhasilan perusahaan. Pemasar harus selalu memonitor tawaran pesaing dalam rangka menciptakan keunggulan strategik.
Untuk menjadi sukses, perusahaan harus memberikan nilai dan kepuasaan yang lebih besar kepada pelanggan daripada pesaingnya. Mereka juga harus memikirkan keunggulan strategis dengan menempatkan posisi penawaran mereka kuat-kuat pada pikiran konsumen untuk melawan penawaran pesaing. Pada dasarnya, tidak ada strategi pemasaran kompetitif yang paling baik yang berlaku bagi setiap perusahaan. Perusahaan harus menentukan ukuran dan posisi industrinya sendiri dibandingkan dengan pesaingnya.



Perusahaan harus dapat mempersiapkan rencana pemasaran untuk masyarakat utama ini sebaik untuk pasar pelanggan mereka. Anggaplah, perusahaan menginginkan suatu tanggapan spesifik dari masyarakat  khusus, seperti goodwill, rumor yang baik, atau sumbangan waaktu atau uang. Perusahaan harus merancang penawaran yang cukup menarik kepada masyarakat untuk menghasilkan tanggapan yang diharapkan.

2.2 Identifikasi Pasar dalam lingkup makro
            Perusahaan, para pemasok, para perantara pemasaran, para pelanggan, pesaing, dan lapisan masyarkat semua menjalankan fungsinya dalam lingkungan makro dan dalam kecenderungan-kecenderungan yang sangat besar, yang membentuk berbagai peluang dan memberikan ancaman terhadap perusahaan. Lingkungan makro terdiri dari 6 faktor utama, yaitu lingkungan ekonomi, social-budaya, demografi, teknologi, politik/hukum, fisik.
1.      Lingkungan ekonomi
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia, diantranya :
·      Pendapatan
     Pendapatan seseorang menentukan daya beli terhadap barang atau jasa yang akan dikonsumsi. Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang, maka semakin banyak pula barang atau jasa yang ingin dikonsumsi, semakin rendahnya tingkat kepekaan konsumen terhadap harga, dan begitu pula sebaliknya. Dengan begitu, maka pendapatan negara baik itu GDP atau GNP akan meningkat karena masyarakat di negara tersebut secara langsung akan membayar pajak dari traksaksi yang dilakukan.
·      Perdagangan Internasional
Yaitu hubungan tukar-menukar barang atau jasa yang saling menguntungkan antara negara satu dengan negara yang lainnya.
Manfaat perdangan internasional yaitu :
a.       Untuk memenuhi kebutuhan barang atau jasa yang masih terbatas dalam pnyediaannya ataupun yang belum tersedia di negara tersebut.
b.      Dapat memperolah barang atau jasa yang lebih murah, sehingga timbulnya persaingan harga diantara para produsen.
c.       Mendorong kegiatan ekonomi  dalam negeri untuk memperluas cakupan pasar dalam lingkup internasional.
d.      Menjadikan para pemasar lebih jeli dalam melihat kondisi global saat ini.


2.      Lingkungan sosial-budaya
Perbedaan budaya pada masing-masing negara. Perbedaan budaya menjadikan gaya hidup masing-masing negara dan daerah berbeda juga. Pemahaman budaya pada setiap daerah akan memudahkan pemasar menyesuaikan produk ataupun jasanya sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut.
Kepercayaan, tradisi, dan agama. Pada kelompok orang dengan kepercayaan, tradisi, dan agama yang berbeda mempunyai pola konsumsi dan gaya hidup yang berbeda dengan yang berlainan kepercayaan. Dan pada hal-hal tertentu, agama mempunyai peran yang signifikan karena mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak dalam hal mengkonsumsi produk ataupun jasa.
3.      Lingkungan Demografi
Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel seperti usia, ukuran keluraga, siklus hidup keluarga,
jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial. Variabel-variabel demogarafis merupakan dasar yang paling popular untukl membedakan  kelompok-kelompok pelanggan.
·         Usia Dan Tahap Siklus Hidup
Keinginan dan kemampuan konsumen berubah sejalan dengan usia. Pampers, baby diapers membagikan pasarnya menjadi perkelahiran, kelahiran baru (0-1 bulan), bayi (2-5 bulan), cruiser (6-12 bulan), belajar jalan (13-18 bulan).

·         Tahap Hidup
Orang-orang dalam bagian sikus hidup yang sama mungkin berbeda dalam tahap hidup mereka. Tahap hidup menentukan persoalan utama, seperti mau bercerai, mau menikah lagi, merawat orang tua yan sudah berumur, memutuskan hidup bersama dengan seseorang, dan lain-lain. Tahap hidup itu menyajikan peluang-peluang bagi pemasar yang dapat membantu orang menghadapi persoalan-persoalan utama mereka.



·         Jenis kelamin
Pria dan wanita cenderung memiliki orientasi sikap dan perilaku yang berbeda, sebagian didasarkan pada unsur genetik dan sebagian pada praktik sosialisasi. Wanita cenderung memperhatikan kebersamaan dan pria cenderung mengambil lebih banyak data lingkunga dekat mereka. Sebuah riset menunjukkan bagaiamana cara pria dan wanita berbelanja, menemukan bahwa pria sring harus diundang untuk menyentuh produk, sedangkan wanita suka mengambilnya tanpa diminta. Pria sering membaca informasi produk, wanita mungkin berelasi dengan produk lebih pada level personal.
·         Penghasilan
Segmentasi menurut penghasilan merupakan praktik lain yang bertahan lama dalam jenis-jenis barang dan jasa, seperti otomotif, perahu, pakaian, kosmetik, dan perjalanan. Namun, penghasilan tidak selalu menjadi peramal pelanggan terbaik bagi produk tertentu.

·         Kelas Sosial
Kelas sosial memiliki pengaruh kuat terhadap preferensi seseorang atas mobil, pakaian, perabot rumah, aktivitas rekreasi dan lainnya.

4.      Lingkungan Teknologi
·         Trend dalam elektronik
Elektronik  telah memainkan peranan penting dalam masyarakat sejak tahun 1950-an. Elektronik pertama kali digunakan dalam komputer, radio, televisi, dan digunakan untuk mengembangkan produk-produk baru seperti jam tangan digiltal, kamera otomatis, video games, dan mikrokomputer. Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi tersebut dapat mempermudah akses dan lebih efisien.



5.      Lingkungan Politik/Hukum
Unsur lingkungan makro mencakup semua faktor yang dikontrol oleh otoritas publik. Lingkungan politik/hukum pada hakekatnya bebeda-beda antar negara. Ini tidaklah mengejutkan karena lingkungan-lingkungan nasional sangat bervariasi, begitu pula bagaimana pemerintah bereaksi terhadap lingkungannya. Keputusan-keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan dalam lingkungan politik atau hukum. Lingkungan ini terbentuk oleh hukum-hukum, lembaga pemerintah, dan kelompok penentang yang mempengaruhi dan membatasi gerak-gerik berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat.
·         Peraturan Pemerintah
Hukum dan peraturan pemerintah membuat perundang-undangan yang dapat mempengaruhi bisnis. Tujuan dari peraturan pemerintah tersebut yaitu :
-          Untuk melindungi perusahaan dari ancaman persaingan yang tidak sehat.
-          Untuk melindungi konsumen dari praktek-prektek perusahaan yang tidak jujur.
-          Untuk melindungi minat masyarakat yang lebih besar terhadap perilaku perusahaan yang tidak terkendali.
·         Deregulasi Pemerintah
Dalam melindungi masyarakat di suatu negara, pemerintah menunjuk badan atau lembaga-lambaga yang berkompeten dalam bidangnya. Dengan kompetensi yang dimiliki badan atau lembaga tersebut, maka mereka dapat dipercaya oleh masyarakat tentang segala hal yang dikemukakannya. Adanya keterlibatan badan atau lembaga-lembaga terhadap peraturan pemerintah menyebabkan para produsen memiliki ruang lingkup yang sempit dalam memasarkan produknya, seperti BPOM (Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan) yang selalu menginformasikan produk-produk yang melanggar ketentuan dari komposisi yang berlaku di badan POM.
6.      Lingkungan Fisik (Alam)
Untuk membuat suatu produk, perusahaan perlu memperhatikan lingkungan fisik (alam) suatu negara. Karena penggunaan produk-produk tersebut secara tidak langsung dapat merusak alam. Selain itu kegiatan-kegiatan industri juga dapat membuat kerusakan lingkungan terhadap air, bumi, dan udara. Dalam hal ini perusahaan harus menyadari ancaman-ancaman dan peluang yang berkaitan dalam lingkungan fisik.

·         Kenaikan Tingkat Pencemaran
Beberapa kegitan industri sebagian besar dapat merusak kualitas lingkungan alam. Seperti limbah industri yang dapat membahayakan kehidupan, polusi udara dari pembakaran proses industry yang dalam waktu lama dapat mengandung gas beracun (toxic gases), pengotoran lingkungan dengan sampah-sampah berupa botol yang tidak dapat membusuk, plastic dan bahan-bahan lainnya.
Perhatian masyarakat, terhadap masalah tersebut telah menciptakan peluang pemasaran bagi perusahaan-perusahaan yang jeli. Situasi ini menciptakan sebuah pasar yang besar untuk memecahkan masalah pengendalian polusi, seperti pusat-pusat penghijauan dan pusat-pusat pengolahan kembali bahan-bahan yang telah dipakai oleh industry atau limbah industry. Situasi itu juga menyebabkan dilakukannya penelitian tentang macam-macam kemungkinan untuk menghasilkan barang-barang yang tidak menyebabkan kerusakan lingkungan.
·         Kekurangan Bahan Mentah di Masa Datang
Bahan-bahan mentah yang terdapat di bumi terdiri dari bahan yang tidak terbatas, bahan terbatas dan dapat diperbaharui, serta bahan yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui. Suatu sumber daya yang tidak terbatas seperti udara tidak menimbulkan masalah langsung dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang akan menyebabkan peningkatan suhu. Namun, dalam hal perdagangan manufaktur, yang menggunakan kayu sebagai bahan dasar diharapkan melakukan reboisasi untuk melindungi tanah dan untuk menjamin penyediaan kayu yang cukup di masa datang. Dalam hal ini, pembahasan lingkungan fisik menjadi kendala bagi perusahaan. Namun, perusahaan harus mencari peluang diantara kendala-kendala tersebut sehingga dapat menciptakan inovasi produk, seperti : deterjen bebas fosfat, pupuk organik, dan kertas daur ulang.


Pemanfaatan Lingkungan Pemasaran di Indonesia oleh Pizza Hut

Profil  Perusahaan
Pizza Hut adalah sebuah chain restaurant (restorant berantai) dan waralaba (franchise) makanan internasional yang berpusat di Addison, Texas, USA. Pizza Hut menawarkan pizza dalam berbagai jenis beserta berbagai makanan yang lain yaitu pasta, iga sapi, bread stick, dan garlic bread. Perusahaan ini didirikan pada 1958 oleh dua mahasiswa, Dan dan frank carney di wichita kansas Dia dibeli oleh PepsiCo, Inc. pada 1977. Pizza Hut sekarang ini merupakan restoran pizza berantai terbesar di dunia, dengan hampir 34.000 restoran, kios pengantaran-ambil ke luar di lebih dari 100 negara. Dari sebuah kedai pizza kecil dan sederhana, Pizza Hut tumbuh menjadi jaringan restoran pizza terbesar di dunia dengan lebih dari 5.600 restoran di 97 negara.
Pizza Hut hadir di Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1984 di Gedung Djakarta Theatre, daerah Thamrin, Jakarta, dan merupakan restoran pizza pertama di Indonesia. Saat ini, Pizza Hut sudah dapat ditemui mudah di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Tahun 2000, restoran Pizza Hut pertama ini dipindahkan ke Gedung Cakrawala di area yang sama, hingga sekarang. Kini, Pizza Hut mempunyai lebih dari 200 restoran yang tersebar di 22 propinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Abepura.
·         Konsep Restorant
Pizza Hut mempunyai beberapa konsep restoran. Mulai dari restoran yang hanya bisa makan di tempat, layanan pengantaran, ataupun pesan ambil. Di Indonesia sendiri kebanyakan gerai Pizza Hut menggunakan konsep restoran yang memiliki jasa pesan-antar (Restaurant Based Delivery).
·      Menu
Pada umunya menu di pizza hut terbagi dari beberapa jenis, yaitu Appetizer, Main dishes (pizza dan non pizza), dessert, dan minuman.

Aplikasi Lingkungan Pemasaran Mikro dan Makro pada Pizza Hut
Lingkungan Pemasaran Mikro
1.      Perusahaan
Pizza Hut Indonesia menjadikan 4 nilai berikut sebagai dasar dalam menjalankan organisasi, juga dalam membangun relasi dengan pelanggan, mitra usaha dan pemegang saham.
1.    Integritas
Jujur dalam berpikir dan bekerja, dapat dipercaya, tulus dan bersikap profesional saat berhubungan dengan rekan kerja, pelanggan dan para supplier.
2.    Keunggulan
Melakukan pekerjaan yang lebih dari sekedar panggilan tugas, melakukan lebih dari apa yang diharapkan orang lain. Pizza Hut terus melakukn perbaikan dan teliti dalam segala hal.
3.    Pertumbuhan Usaha
Pizza Hut  mengembangkan diri dan memperoleh keuntungan dengan cara menjadi ‘Casual Dining Restaurant’ yang terbaik. Pizza hut pun berjuang untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, berbagi keterampilan dan belajar bersama dengan rekan kerja, sehingga dapat  berkembang bersama, baik secara individu maupun organisasi.
4.    Keuntungan
Selalu berusaha sedapat mungkin memberikan keuntungan kepada para pemegang saham dengan pengawasan dan peningkatan usaha penjualan.

2.      Pemasok
Bahan dasar Pizza Hut terdiri dari bahan-bahan pilihan yang beberapa diantaranya di impor dari negara asalnya yaitu Amerika. Namun ada pula bahan-bahan yang dipasok dari Indonesia sendiri, diantaranya seperti ikan tuna, jamur, dan bumbu-bumbu dapur yang hanya bisa didapatkan di Indonesia.

3.      Pelanggan
Pizza Hut selalu memberikan inovasi-inovasi baru guna memuaskan pelanggan, baik dari segi menu dan kualitas pelayanan. Dari segi menu, Pizza Hut meluncurkan inovasi khusus di hari spesial atau hari besar keagamaan. Sebagai contoh Double Deep Pizza, ataupun Pizza yang dibuat menyambut Olimpiade Beijing 2008 (Pizza dengan topping bebek peking, kentang giling dan keju) ataupun di Indonesia menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri ditawarkan pizza dengan topping kare. Kemudian dari sisi pelayanan, Pizza Hut selalu memberikan pelatihan kepada karyawan agar karyawan termotivasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Peningkatan kualitas pelayanan tersebut terdiri dari beberapa aspek, diantaranya Cleanliness (kebersihan), Hospitality (keramahan), Accuracy (ketepatan), Maintenance (pemeliharaan), Product (produk) dan Speed of Service (kecepatan pelayanan).
4.      Pesaing
Pesaing Pizza Hut tidak hanya datang dari perusahaan yang menghasilkan makanan sejenis melainkan perusahaan yang diluar konteks pizza. Untuk perusahaan pada produk sejenis, contohnya Papa Ron’s Pizza, dan Izzi Pizza. Kemudian untuk perusahaan diluar konteks pizza ada beberapa perusahaan donat yang saat ini sudah dapat menguasai pangsa pasar yang memang memiliki pangsa pasar yang sama, contohnya Dunkin Donut’s, J.CO Donut’s, dan Bread Talk.

Lingkungan Pemasaran Makro
1.      Lingkungan ekonomi

Pizza Hut menentukan harga di setiap negara berbeda-beda antara negara satu dengan yang negara lainnya. Hal ini dilakukan karena Pizza Hut melihat kondisi daya beli konsumen pada suatu negara tersebut. Dengan menetapkan harga yang berbeda-beda itu, diharapkan konsumen dapat menikmati Pizza Hut yang dapat memberikan keuntungan baik bagi perusahaan maupun pemrintah di negara tersebut.




2.      Lingkungan sosial-budaya
Menu Pizza Hut yang ada selalu disesuaikan dengan selera konsumen dari negara yang bersangkutan agar dapat diterima oleh masyarakat setempat. Di Indonesia sendiri tersedia Spaghetti dengan saus tuna dan jamur, dan menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia yang menyukai rasa yang memiliki banyak bumbu. Karena di Indonesia makanan pokok adalah nasi tersedia juga selain spaghetti adalah nasi dengan siraman saus khusus. Seperti saus daging, saus ayam ataupun saus tuna dan jamur. Yang disesuaikan dengan lidah Indonesia.
3.      Lingkungan Demografi
Tingkat penghasilan kosumen merupakan indikator bagi Pizza Hut dalam menentukan harga. Hal ini bisa terlihat dari penawaran ukuran yang ditawarkan dari kecil (small), sedang (medium), dan besar (large). Penentuan ukuran ini ditentukan berdasarkan daya beli konsumen yang berkaitan dengan pendapatan mereka. Selain itu, Pizza Hut juga melihat kelas sosial yang ada di suatu negara, agar para konsumen yang berada pada kelas sosial apapun, dapat menikamati Pizza Hut. Hal ini terllihat dari adannya menu Sensasi Delight yang dapat dinikmati oleh para pelajar dengan tingkat daya beli yang cenderung rendah, juga dapat dinikmati oleh para konsumen berpengahasilan rendah karena harga yang ditawarkan dalam menu ini tergolong murah. Untuk tingkatan usia, Pizza Hut mengeluarkan inovasi baru untuk anak-anak yang disebut Mix and Fun.

4.      Lingkungan Politk/Hukum
Sebagai perusahaan Frenchise dalam tingkat internasional Pizza Hut selalu megikuti peraturan yang ada di setiap negara agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, dapat melindingi dari pihak yang bersaing secara tidak sehat. Sebagai tambahan, di negara - negara muslim seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, Turki,  Pizza Hut telah memiliki sertifikasi halal sesuai dengan kondisi kultur setempat yang mayoritas penduduknya beragama muslim. Dengan begitu, maka konsumen tidak perlu khawatir dalam menngonsumsi makanan yang berasal dari negara luar.



5.      Lingkungan Alam
Penggunaan Sumber Daya dan peralatan yang digunakan Pizza Hut juga harus memperhatikan tingkat pencemaran lingkungan di Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar